PILIH TEMA SURVEI LOGIN RESPONDEN

Riset Farmakologi Terkini Terkait Kopi dan Tarekat

Riset Farmakologi Terkini Terkait Kopi dan Tarekat
KitaSurvei.id -

Anda Penggemar Minuman Kopi? tentunya wajib tau manfaatnya berdasarkan Riset ilmiah farmakologinya, Kopi adalah salah satu hasil bumi yang merupakan tanaman obat dan dikenal sebagai minuman penyegar kaya manfaat.

Sebagaimana bahan alami berkhasiat obat lainnya, kopi juga memiliki kandungan senyawa kimia yang kompleks. Karena itu, penggunaan kopi perlu diketahui dengan cermat agar memberikan manfaat yang maksimal dan terhindar dari efek yang tidak diharapkan.

Salah satu kandungan berkhasiat obat yang terdapat dalam kopi adalah cafein. Cafein merupakan zat kimia golongan alkaloid xanthin yang rasanya pahit. Sebagaimana yang telah dikenal dalam dunia farmasi, bahan alam yang mengandung senyawa obat salah satu cirinya adalah memiliki rasa pahit.

Namun, karena pahitnya kopi diiringi dengan aroma yang menarik, maka banyak orang menjadikannya sebagai minuman penambah kenikmatan. Nikmatnya kopi menjadikan minuman yang dikenalkan oleh kaum muslimin ini tenar di seluruh dunia.

Banyak kalangan percaya bahwa kopi dikenalkan oleh kaum muslimin dari Yaman yang merupakan komunitas Tarekat Syadziliyah. Penyebaran kopi ke seluruh dunia juga seiring dengan penyebaran agama Islam. Ritual zikir kaum muslimin banyak diiringi dengan selingan meminum kopi untuk kesegaran badan.

Tidak hanya menikmati citarasanya, para ilmuwan berlomba-lomba mengungkap manfaat kopi dari berbagai sisi. Penelitian ilmiah yang dilakukan untuk membahas kopi ternyata ada yang mengaitkannya dengan pandemi. Peneliti barat telah mengutip pembahasan kopi dari ilmuwan dan ulama muslim, termasuk dalam aspek kesehatannya.

Sebuah tesis yang disusun oleh Sweetser dari Universitas Ohio pada tahun 2012 mengungkapkan bahwa ulama Islam yang bernama Murtadha Az-Zabidi menulis kopi sebagai minuman yang berefek unik.

Murtadha Az-Zabidi membahas khasiat kopi berdasarkan temuan farmakolog muslim yang bernama Dawud Al-Anthaki. Dalam tesis yang berjudul A Chapter in the History of Coffee: A Critical Edition and Translation of Murtada az-Zabidi’s Epistle on Coffee, dikutip sejarah penggunaan kopi oleh kaum muslimin untuk beberapa penyakit yang muncul saat wabah sebagai berikut:

Dawud Al-Anthaki berkata, kopi telah diteliti untuk mengeringkan kelembaban, batuk berdahak, bronkitis, meredakan sesak hidung, dan berefek diuretic (memperlancar pengeluaran urin). Apa yang direbus setelah dipanggang dan sekarang dikenal dengan kopi ini meredakan darah yang rusak, menyembuhkan cacar, campak, dan infeksi darah.” (Sweetser, 2012, A Chapter in the History of Coffee: A Critical Edition and Translation of Murtada az-Zabidi’s Epistle on Coffee, Tesis, Universitas Ohio, halaman 56)

Penyembuhan beberapa penyakit yang muncul di masa pandemi dapat dikaitkan dengan manfaat kopi. Campak dan cacar merupakan penyakit yang menimbulkan pandemi pada masa lalu dan dapat diobati dengan ramuan yang mengandung kopi.

 
Halaman Selanjutnya
Halaman123