PILIH TEMA SURVEI LOGIN RESPONDEN

Hari Bersejarah untuk Ganda Putri Indonesia Greysia dan Apriyani

Hari Bersejarah untuk Ganda Putri Indonesia Greysia dan Apriyani
KitaSurvei.id -

Dipastikan mendapatkan Medali Pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu menembus batas-batas di Olimpiade Tokyo 2020. Hari Bersejarah untuk Ganda Putri Indonesia, baru kali ini Indonesia bakal mendapat medali di nomor ganda putri.

Terpastikan setelah Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil melampaui duel sengit dengan pasangan Korea Selatan dan merupakan unggulan keempat, Lee So-Hee dan Shin Seung-chan pada Sabtu (31/7/2021) pagi WIB.

1.3 - Hari Bersejarah untuk Ganda Putri Indonesia Greysia dan Apriyani

Hasil setelah laga berat selama 71 menit tersebut memastikan Indonesia akan membawa pulang medali pertama dari nomor ganda putri sepanjang sejarah partisipasi Merah Putih di Olimpiade. Bahkan, pencapaian pasangan senior-junior (Greysia berusia 33 tahun dan Apriyani 23 tahun) ke babak semifinal dengan sendirinya telah menjadi sejarah.

Sebelumnya, pencapaian tertinggi ganda putri Indonesia di Olimpiade adalah perempat final.

Pencapaian tersebut datang saat Greysia berjuang bersama Nitya Krishinda Maheswari di Rio 2016 dan juga di Sydney 2000 saat Eti Gunawan berpasangan dengan Cynthia dan Tuwankotta.

"Luar biasa. Saya kira situasi dan kondisi di lapangan benar-benar bersama kami. Pertandingan hari ini kami hanya ingin memberikan yang terbaik," kata Greysia Polli dilansir dari situs BWF.

"Kami sudah kalah dan menang melawan pasangan ini, jadi kami tidak ingin memikirkannya. Kami hanya ingin mempersiapkan yang terbaik." Sementara, Apriyani mengutarakan duet yang pertama dipasangkan pada 2017 ini sempat kesulitan karena angin di venue Musashino Forest Plaza, Tokyo.

"Smash lawan itu kencang karena mereka menang angin di game kedua. Tapi, seperti yang sudah dikatakan, kami sudah punya spirit lebih dulu," kata Apri yang juga mengakui adanya sikap saling pengertian antarpartner yang menjadikan kekompakan keduanya lebih erat.

Sementara itu, pelatih ganda putri Eng Hian menekankan hal tak kalah penting jelang partai pamungkas melawan pasangan China Chen Qingchen dan Jia Yifan.

 
Halaman Selanjutnya
Halaman12